Sejarah Hidup Muhammad (Muh Husain Haekal)

Sejarah Muhammad telah ditulis dalam berbagi versi, mulai versi Ibnu Ishaq, Ramadhan Al-Buthy, Mubarakfurry  sampai dengan versi orientalis semacam  Washington Irving & Karen Amstrong. Penulis sejarah Muhammad berasal dari berbagai kalangan mulai muslim dan non muslim. Tujuan penulisan juga bermacam-macam mulai memuji,  sampai dengan mengungkap titik lemah berdasarkan logika penulis sendiri.

Haekal menulis buku ini dengan judul asli “Hayat Muhammad”. Beliau adalah Sastrawan, Wartawan, Politikus dan juga Diplomat. Penulisan Hayat Muhammad sangat terpengaruh latar belakang beliau yang tertera diatas.

Latar belakang Haekal yang seorang wartawan membuat sejarah nabi Muhammad menjadi sebuah naratif yang komplit dan urut.. Detail-detail peristiwa terpapar dalam buku ini.juga terasa karena latar belakang jurnalistik.

Gaya bahasa, Pemilihan kata dan Kiasan-kiasan yang dipakai membuai pembaca. Pembaca yang memiliki sense of literature bisa merasakannya. Ini juga pengaruh dunia sastra yang digelutinya.

Penulisan Sejarah Nabi Muhammad SAW dimulai dari asal-usul bangsa arab, kelahiran Nabi Muhammad SAW , masa kecil, remaja sampai masa kenabian dan wafat Nabi Muhammad SAW. Sesuatu yang unik dan essensial dalam buku ini adalah pembelaan Haekal atas Nabi Muhammad SAW terhadap Orientalis yang menyerang Nabi Muhammad SAW.

Haekal yang pernah menjadi wakil Mesir di PBB memberi pengalaman bagi dirinya di dunia Diplomasi. Pengaruh dunia diplomasi juga memberi warna tersendiri dalam buku ini. Sekali lagi, Gaya Diplomasi sering digunakan Haekal dalam rangka pembelaannya terhadap Nabi Muhammad SAW terhadap serangan para Orientalis.

Sebagaimana contohnya adalah kritikan Haekal terhadap tulisan Washington Irving tentang Muslimin dalam bukunya yang berjudul “Mahommet dan His Succesor”. Irving menyatakan bahwa Muslimin adalah yang terbiasa hidup dengan pola”Maju Perang jika Mati Masuk Surga dan Jika selamat dari Perang Mendapat Ghonimah”. Maka, Muslimin setelah masa perang menjadi manusia yang statis/fatalis. Karena merasa jalan hidupnya sudah ditentukan Allah SWT sampai mati. Ini adalah Jabbariah.

Haekal membantah bahwa Perang dalam usaha mengumpulkan kekayaan dan memperluas tanah jajahan. Perang adalah membela diri terhadap gangguan luar Islam. Adapun penyerangan keluar adalah untuk memperkuat posisi Islam di Jazirah Arab. Apabila mau masuk Islam maka dilindungi dan jika tidak mau masuk Islam maka membayar Fidyah.

Hal ini lebih manusiawi daripada Kolonialisasi Eropa atas Dunia. Penumpukan harta adalah tujuan utama kolonialisasi yang dibalut dengan misi agama. Bangsa-bangsa yang diperangi tidak hanya membayar pajak namun disedot semua kekayaan alamnya.

Muslimin bukan manusia statis yang fatalis. Muslimin adalah manusia yang meyakini pertolongan Allah SWT. Apabila pertolongan Allah SWT datang maka kemenangan dan ghanimah mesti didapatkan. Jika Allah menghendaki kematian maka syurga menanti.

Jabbariah tidak sama dengan Fatalisme. Ini yang Haekal jelaskan dalam buku ini. Ini menjadi istimewa karena Logika berpikir eropa yang menyerang Islam dilawan dengan pembelaan yang menggunakan Logika Eropa pula. Ini menjadi nilai plus buku ini.

Pembelaannya logis dan sistemastis dengan menyertakan dalil-dalil dalam Al-Qur’an. Hal ini mungkin juga disebabkan karena Haekal adalah lulusan Universitas Sorbonne Prancis maka pembelannya menggunakan cara berpikir eropa pula yaitu rasional dan logis.

Haekal bukan aktivitis Islam dan bukan pula seorang ulama. Dia adalah aktivitis Partai Liberal yang bersinggungan dengan kekuasaan di Mesir di era Naseer. Ini menjadi titik lemahnya dia. Dia lebih mengandalkan Logika / Ra’yu. Padahal, Segala sesuatu yang berhubungan dengan perjuangan Islam kadang di luar nalar pula.

Buku ini menjadi “kering” karena mendasarkan kepada logika meskipun juga menyisipkan ayat-ayat Al-Qur’an. Ayat-ayat Al-Qur’an menjadi penguat logika bukan sebaliknya. Meskipun. Tulisan Haekal memang sudah dikoreksi oleh Prof Syekh Maraghi namun aroma logika dan rasionalitas lebih kuat.

Buku yang terbit di awal 1900-an seolah menjadi jawaban atas kritikan dari para Orientalis. Buku yang bergenre sama dengan Orientalis Barat namun bertujuan membantah mereka. Ini bagai oase di tengah-tengah gurun. Buku yang memberi pembelaan terhadap Islam. Karena saat itu, Khilafah Islamiyahdi Turki mengalami kejatuhan pada tahun 1924.

Iklan

About zaki19482

Saya sedang belajar menulis, mencoba menulis segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar dam dirasakan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s